Tlogo, Tuntang, Kab. Semarang- Gorong-Gorong dan Talut merupakan sebuah wadah untuk menampung air, di daerah rt 03/ rw 01 tersebut tidak terdapat saluran air yang mampu menampung debit air dengan kapasitas tinggi. Pembangunan gorong-gorong ini dilaksanakan pada bulan Juni 2024 dan memakan waktu kurang lebih satu setengah bulan atau enam minggu lamanya. Dengan diameter pembangunan gorong-gorong mencapai 170 meter panjangnya.
Saat dilaksanakannya pembangunan gorong-gorong, terdapat tiga lahan warga yang direlakan untuk dibuat saluran air tanpa meminta kopensasi, yakni lahan dari Ibu Ibrihwiyati, Bapak Muhadi dan Bapak Paimen. Pembuatan gorong-gorong dan talut ini bukan usulan dari pemerintah, melainkan usulan dari warga sekitar yang kemudian di terima dan diproses oleh aparat desa, walaupun memerlukan waktu cukup lama. Ide gagasan yang di usulkan oleh warga melalui Musdus, kemudian diajukan kepada Musran Bangdes lalu masuk ke dokumen RPJMDES, sehingga di proses dan dikelola oleh APBDES 2024.
Tujuan dari diadakannya pembangunan gorong-gorong dan talut tersebut yakni sebagai wadah penampungan air agar air yang berada di jalan tidak masuk ke wilayah pemukiman warga, sehingga mencegah terjadinya banjir apabila terdapat curah hujan tinggi dan tidak menganggu aktivitas warga yang berada disana khususnya warga rt 03/ rw 01.
Proses pembangunan gorong-gorong dan talut ini mulai dari rt 03/ rw 01 sebelah selatan, kemudian lanjut ke wilayah bagian timur hingga ke balai Desa Tlogo dan terakhir wilayah bagian barat. Untuk wilayah bagian utara, disana sudah terdapat saluran air asli sehingga tidak ada perombakan lanjutan untuk pembangunan gorong-gorong dan talut. Saluran air yang berasal dari gorong-gorong itu akan langsung menuju lahan persawahan warga, agar warga tidak merasa kesulitan untuk mendapatkan pemasokan air.
Kontributor: Cholifatul Hikmah