Tlogo, Tuntang, Kab. Semarang - Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) adalah salah satu bentuk inisiatif Pemerintah Desa Tlogo dalam rangka meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya bagi kelompok rentan seperti balita, ibu hamil, dan anak-anak yang mengalami masalah pertumbuhan atau stunting. Tujuan utama dari program ini adalah untuk menekan angka stunting dan mendorong tumbuh kembang anak secara optimal melalui penyediaan makanan sehat dan bergizi sesuai dengan prinsip "4 Sehat 5 Sempurna".
Pelaksanaan program ini di Desa Tlogo berjalan dengan baik dan melibatkan berbagai pihak, seperti puskesmas, kader posyandu, serta lembaga pendukung lainnya. PMT untuk balita dan ibu hamil dilaksanakan secara rutin setiap bulan di enam pos yang tersebar di enam dusun, masing-masing diberi nama Pos Nusa Indah 1 hingga Pos Nusa Indah 6. Setiap pos memiliki jadwal tersendiri untuk kegiatan penimbangan dan pembagian makanan.
Menu makanan yang disediakan cukup bervariasi dan disesuaikan setiap bulannya agar tidak monoton serta tetap memenuhi kebutuhan gizi. Contoh menu yang diberikan antara lain: buah segar, bubur kacang hijau, chicken katsu, sayuran, jus buah, dan lain-lain. Untuk anak-anak yang masuk dalam kategori stunting, mereka mendapatkan makanan tambahan secara intensif setiap hari selama tiga bulan atau 90 hari berturut-turut. Penyaluran makanan dilakukan melalui kerja sama antara pemerintah desa dengan pihak penyedia jasa katering. Sebelum kegiatan berlangsung, dana desa terlebih dahulu disalurkan ke rekening katering sesuai jumlah penerima manfaat di masing-masing dusun. Selanjutnya, pihak katering akan menyiapkan makanan dan mendistribusikannya ke pos sekitar 30 menit sebelum kegiatan dimulai.
Secara keseluruhan, pelaksanaan PMT di Desa Tlogo berjalan tanpa hambatan yang berarti. Respons masyarakat terhadap program ini pun sangat baik, apalagi setelah adanya peraturan makanan ringan atau snack diganti dengan makanan yang bergizi dan memenuhi standar kesehatan. Harapan dari pelaksanaan program ini adalah tidak adanya lagi kasus stunting di Desa Tlogo.
Meski demikian, masih ada tantangan dalam hal pendataan, khususnya terkait status kependudukan. Desa Tlogo termasuk wilayah kecil namun padat permukiman, sehingga banyak balita yang tinggal di wilayah tersebut tetapi belum secara administratif tercatat sebagai warga desa. Kondisi ini menyulitkan saat pencatatan dan penyaluran bantuan PMT, karena mereka tidak masuk dalam daftar resmi penerima. Meskipun begitu, desa tetap berupaya untuk tetap menjangkau mereka agar tidak ada anak yang tertinggal dalam program. Ke depannya, program ini diharapkan terus berlanjut dan memberikan dampak nyata dalam menciptakan generasi sehat dan bebas dari stunting.
Kontributor: Nafisha Putri