Mahasiswa KKN Unnes Kenalkan Legenda “Baru Klinting” kepada Siswa MI As Salam Desa Tlogo
Tlogo, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Semarang (Unnes) melaksanakan program kerja bertajuk Pengenalan Legenda Lokal “Baru Klinting” serta Apresiasi dan Rekonstruksi Sastra Lisan Legenda “Baru Klinting” di MI As Salam, Desa Tlogo. Kegiatan ini diikuti oleh siswa kelas 3 dan bertujuan menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap budaya lokal melalui sastra lisan. Legenda Baru Klinting merupakan cerita rakyat yang lekat dengan masyarakat Jawa Tengah dan sarat akan nilai moral. Namun, di tengah derasnya arus teknologi dan hiburan digital, cerita-cerita semacam ini mulai jarang dituturkan kepada anak-anak. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Unnes berupaya menghadirkan kembali legenda tersebut dengan cara yang menarik dan sesuai dengan dunia anak.
Pada tahap awal, mahasiswa memperkenalkan legenda Baru Klinting melalui penceritaan yang interaktif. Dengan bantuan media visual berupa ilustrasi gambar berbentuk wayang-wayangan sebagai media pendukung, siswa diajak membayangkan tokoh dan alur cerita. Suasana kelas pun menjadi hidup karena para siswa antusias menyimak dan aktif menjawab pertanyaan yang diajukan.
Setelah penceritaan, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi interaktif. Siswa diajak berbicara tentang tokoh dalam cerita, kejadian yang mereka anggap menarik, hingga pesan moral yang dapat dipetik, seperti pentingnya menghargai sesama, tidak sombong, serta bersikap baik kepada siapa pun tanpa memandang penampilan. Pada sesi inti, siswa diberi kesempatan mengapresiasi dan merekonstruksi legenda sesuai kreativitas masing-masing. Mereka bebas memilih cara berekspresi, yaitu bercerita kembali dengan bahasa sendiri, mewarnai adegan favorit, atau menulis ulang cerita dengan versi mereka. Hasilnya cukup membanggakan. Banyak siswa menuangkan imajinasi melalui gambar yang penuh warna dan tulisan sederhana yang menunjukkan pemahaman mereka terhadap isi cerita. Sebagian siswa dengan percaya diri maju ke depan kelas untuk menceritakan ulang legenda tersebut. Kegiatan ini tidak hanya melatih kemampuan berbahasa, tetapi juga keberanian, kreativitas, dan daya imajinasi anak.
Mahasiswa KKN Unnes menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya pelestarian budaya lokal sejak usia dini. Dengan mengenalkan legenda lokal kepada anak-anak, kami berharap nilai-nilai budaya dan kearifan lokal tetap hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya, demikian semangat yang diusung dalam kegiatan ini. Pihak MI As Salam menyambut baik pelaksanaan program tersebut. Kegiatan ini dinilai memberi warna baru dalam pembelajaran, sekaligus memperkaya wawasan siswa tentang cerita rakyat yang berkembang di lingkungan mereka. Kegiatan ditutup dengan sesi refleksi dan dokumentasi bersama. Para siswa tampak gembira dan antusias mengikuti seluruh rangkaian acara dari awal hingga akhir. Diharapkan, melalui kegiatan ini, kecintaan siswa terhadap budaya dan sastra lisan daerah semakin tumbuh, sehingga legenda-legenda lokal tidak hilang ditelan zaman.