Tlogo, Tuntang. - Pelayanan kesehatan dasar yang berkualitas adalah kebutuhan utama bagi masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan. Salah satu upaya penting dalam meningkatkan kesehatan ibu dan anak adalah melalui Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) yang menjadi garda terdepan dalam pemantauan tumbuh kembang balita dan edukasi kesehatan masyarakat. Di Desa Tlogo, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, Posyandu menjadi pusat kegiatan kesehatan rutin yang melibatkan kader kesehatan desa dan masyarakat luas.
Dalam rangka mendukung kegiatan ini, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) Kelompok 37 mengambil peran aktif sebagai bagian dari sinergi antara akademisi dan masyarakat untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di desa.
Keterlibatan mahasiswa KKN UPGRIS dalam kegiatan Posyandu Desa Tlogo meliputi berbagai aktivitas penting yang mendukung keberhasilan program, antara lain:
-
Pendampingan dan pembinaan kader Posyandu dalam proses pencatatan data kesehatan balita dan ibu hamil.
-
Edukasi kesehatan kepada ibu-ibu dan keluarga, seperti penyuluhan gizi, pentingnya imunisasi, dan pola hidup bersih dan sehat.
-
Pengukuran tumbuh kembang balita, seperti penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan, serta pencatatan hasilnya.
- Mendokumentasikan kegiatan Posyandu sebagai bahan evaluasi dan publikasi, agar manfaat kegiatan ini dapat diketahui lebih luas.
Keterlibatan mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 37 dalam kegiatan Posyandu Desa Tlogo membuktikan bahwa sinergi antara dunia akademik dan masyarakat dapat menghasilkan dampak positif yang nyata dalam meningkatkan kualitas kesehatan dasar. Sinergi ini tidak hanya menguatkan peran Posyandu sebagai pilar kesehatan masyarakat, tetapi juga memperkaya pengalaman pengabdian mahasiswa sebagai agen perubahan di tengah masyarakat.
Ke depan, sinergi seperti ini diharapkan terus berlanjut dan diperkuat, sebagai bentuk komitmen bersama dalam mewujudkan masyarakat yang sehat, cerdas, dan berdaya.